"Tamat? Betapa kerap tamat justru berarti permulaan?... " - Orang Tua, Bulan Bujur Sangkar, Iwan Simatupang Dialog adalah bahasa yang bergerak dalam siklus. Kita sulit mengingat lagi titik awalnya, kenapa kita membincangkan ini? Tiba-tiba kata-kata mengantar kita ke sebuah tempat. Kadang asing kadang akrab. Di mana pun kita berakhir, setelah dialog, marka yang diciptakan kata-kata dalam kepala kita ini tidak pernah selesai meniti lintasannya. Dari tempat ke tempat, hidup menjadi. Dari dialog ke dialog. Dialog, di-, menandai kehadiran (setidaknya) dua sudut pandang. Maka di dalam perjalanannya dialog membekaskan diri pada masing-masing juga. Selalu ada yang tersisa untukmu maupun untukku. Apa yang tersisa untukmu bisa berbeda dengan apa yang tersisa untukku. Dan seperti itu: tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari keduanya. Sebab, dialog adalah bahasa yang bergerak dalam siklus. Dialog yang baik, akan membawa kita ke suatu tempat yang sela...
Impresi-impresi aneh selama menjadi pembaca (dan penulis)