Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kejujuran

Jarak Kita dengan Keajaiban

Saya percaya keajaiban, sebab sudah ada. Namun beberapa waktu belakangan saya menyadari fakta khusus tentangnya: keajaiban akan selalu berjarak dengan kita. Sedekat apapun. Keajaiban itu ada tapi kita tidak akan benar-benar memeluknya. Keajaiban dengan sendirinya memisahkan diri dari realita setidaknya sebagai sebuah anomali. Maka keajaiban yang lebur realita, bisa saya andaikan sebagai bukan keajaiban lagi. Ia telah menjelma realita. Dan realita ya selalu begini: logis. Biasa. Maka saya mempercayai bahwa selalu ada jarak antara kita dan keajaiban. Ketika keajaiban menjelma pertama-tama dalam harapan kita, seharusnya kita juga menghitung seberapa besar peluang keajaiban mewujud dalam realita. Alih-alih bernafsu untuk memeluknya. Jarak yang kita bangun dalam perhitungan itulah yang akan menjaga kemurnian - kesucian - kemagisan, keajaiban dari nafsu kita itu. Dan bila suatu hari keajaiban menjangkau kita, kita akan telah mengingat perhitungan jarak itu. Kita akan mengingatnya terus...

Hopla