Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label semar

Kekasih Semar

Kekasih    : Wahai, Semar, di lereng Maliawan itu, seekor kera tengah menangis. Air matanya turun, menggantikan kebeningan Gangga, hingga bunyi riaknya menjadi diam. Bolehkah aku mereguk dan meminumnya, Semar, apakah kesedihan bagi penghuni bumi yang membuat kesuburan tak mau bicara lagi? Semar       : Kesedihan, kebahagiaan, kemenangan, kemarahan, iri, putus asa, hanya bayang-bayang. Kekasih    : Dan kera itu melihat ketidaksempurnaan bayangannya, terpantul di permukaan air. Semar       : Maka ia sedang menghadapi ketidaksempurnaannya sendiri. Kekasih    : Tapi mengapa harus ada air mata? Tidakkah ia memahami ketidaksempurnaan adalah karunia yang dianugerahkan bagi kehidupan. Semar       : Ketidaksempurnaannya tidak menjelma kerinduan. Kekasih    : Tidakkah kerinduan juga bayang-bayang? Semar       : Kerinduan adalah pertapaan. Dunia putih di mana bulan...

Hopla